Saturday, November 13, 2021

Benar-Benar Sebuah Dunia Baru (?)

Halo..

I wanna tell you about one big think that i've just learnt, found back actually.

Mengenai tujuan hidup dan hakikatnya.

Akhir-akhir ini hampir setiap waktu, saya merasa kurang. I was not proud of my own self.

It seems like i am just an extract in the main character's story. 

Saya merasa jatuh

Jauh dari Allah SWT. 

But...

These recently days,,, i found something really good

Saya buka quora and finally ended up ketemu lagi sama ceritanya kak shohalayub (lupa tulisannnya hahha-maaf kak, nnti kucoba cek ulang)

..............

Cerita kak Ayub yang Ia tuangkan dalam bentuk gambar dan tulisannya sangat membuka pandanganku. Aku terseret kembali ke masa-masa dimana Aku sangat membutuhkan tuhanku. Aku kembali kepada diriku yang sangat Aku banggakan. Kepada masa-masa terbaik dalam hidupku.

Satu hal dari postingannya yang tak bosan-bosan kudengarkan. 

Tentang hakikatku sebagai manusia.

Postingan 2 slide yang disuguhkan dengan sangat menarik itu menjawab keluh kesahku selama beberapa hari terakhir.

Tentang risau yang mulai menenggelamkanku.

Tentang rasa syukur yang mulai lepas dari genggamanku.

Yang kurangkum dalam pertanyaan-pertanyaan rumit yang membuat orang lain mungkin semakin bingung. Tetapi, lihatlah dimana kucoba mencari dan dimana Allah arahkan Aku akan jawabannya. Aku tak habis-habisnya terkagum- Masyaa Allah


Lantas apa yang kudengarkan?

Apa yang kudapatkan?

Ringkasnya atau mungkin versiku hehe (maafkan jikalau kata ringkas tak benar-benar mewakili tulisanku, kuharap kamu tak bosan membacanya)

Seorang teladan.

Yup, kamu pasti sudah tak asing lagi. Mungkin sudah kamu baca tulisanku sebelumnya bahwa Aku menaruh rasa kagum pada mereka yang tengah bersinar terang di kalangan para pemuda pemudi. Kak Jerome, Kak Maudy, Kak Ekida, banyaaak pokoknya.

Kisah mereka memacu semangaatku..

Mataku berbinar-binar tiap kali mereka membagikan kisahnya.

"Wahh Aku ingin jadi seperti mereka", benakku berkali-kali dengan antusiasme yang tak luntur-luntur

Aku terpacu untuk meraih pendidikan setinggi-tingginyaaa

Meraih kesuksesan dengan kerja keras sekuat tenagakuu

Bahkan jikalau bisa kubilang kuingin paksakan kerja kerasku hehe

Oh iyaa kita kembali ke topik utama ya..

Karena ambisiku itu, aku menjadi sangat sedih saat menyadari betapa sulitnya meraih apa yang kuimpikan.

Sangat sedih saat Aku tak paham dengan materi kuliahku.


Dan akhirnyaa...

Postingan kak Ayub menyadarkanku

Tentang apa yang sebenarnya ingin kugapai?

Apatah Aku memang ingin memberi manfaat?

Ataukah Aku hanya ingin mencapai ketenaran?


Arggghh sepertinya Aku tersadar. Aku kembali mengolah pikiranku. Jangan-jangan selama ini Aku hanya ingin mengejar eksistensi :( 

Mungkin itu alasannya kenapa Aku kesulitan belajar

Mungkin...

Karena niatku yang masih perlu diramu kembali...


Terima kasih telah membaca, jangan lupa untuk berkunjung ke instagram kak ayub

@shohalayub

Jujur Aku mendapat banyak kebahagiaan dan wawasan tanpa perlu risau  kalau-kalau kubangkitkan dopamine ku dengan jalan yang sia-sia 

hahahahha maaf Aku benar-benar terbenam di dalam kata-kata yang tengah kupelajari perkuliahanku





-Sampai Jumpa


Friday, November 5, 2021

The ancient road

 DIAM


The way my mind’s working is kind of a little weird. 

I have my own perspective. And that might be one of a reason why-I cannot have the same humor with the others- . Ketika saya menganggap suatu hal itu lucu, I don’t see any other people think the same way in lots occasion. Dan hal yang sama juga berlaku sebaliknya. Ketika hal itu terjadi-orang lain mencoba terbuka dengan candaannya kepada saya-, sepertinya terjadi peningkatan metabolism di dalam tubuh saya, hormone epinefrin saya terpacu untuk segera dilepaskan.

Arghhh.. I dislike it when I have thought that hard and it ends up with unknown respone from me.

Hal-hal seperti itu yang membuat saya cemas. Tentang, bisakah saya berbaur dengan dunia ini. Can this little girl with lots of weakness be one of a person in this world.

-

-

-

Mungkin bisa, and I believe I could. Tapi…

Ada satu hal yang bisa saya lakukan sekarang, kembali, ke, siapa, saya, pada, awalnya.

Me..

Who’s kind of quiet person

Dan salah satu story teman saya membuka jalan pikiran saya


 [Belajarlah untuk diam dan mengamati, karena tidak semua hal membutuhkan reaksi]


Thanks a lot to him

Now on, again, I, think back to the past  


1:13

Sabtu, 11/6/2021