PIKIR
KESENJANGAN n PERJUANGAN
Saya
selalu berpikir..
Saya
cerdas kok!
Atau
setidaknya saya sanggup kok!
Buktinya..
Saya bisa jadi juara kelas
Buktinya..
Sa.. Yaa.. bisa membuat kagum guru dengan jawaban saya atas pertanyaan mereka..
Plus
saya enggak nyontek dalam rangka
semua hal itu...
Dan
itu yang paling membanggakan.
Intinya
saya hebat kok!!
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sampai.. saat-saat ini...
bulan-bulan ini...
Penghujung
kelas 2 SMA..
Masa
dimana saya harus berjuang untuk mendapatkan dan meraih universitas dan jurusan
impian saya..
Yap..
saya cukup ambis bukan?
Akhir
semester ini saya cukup percaya diri..
Toh
banyak yang yakin saya bisa..
Or at least, I am
the one who really confidence about my ability (?)..
Dengan
kepercayaan diri yang cukup tinggi itu..
Saya
menetapkan FK UI sebagai prioritas saya..
Masa-masa
itu adalah zaman diimanaa saya jadi bucinnya FK UI banget
Apalagi
setelah tahu UKT UI yang memadai untuk saya..
----------------------
OKE, SINGKAT CERITA SAJA ------------------------------------------
Pokoknya
saya baca baik-baik web-web untuk buat planner
SBM
Saya
buat jadwal harian-mingguan-hingga-bulanan...
Beberapa
kali.. Tidak... Banyak kali revisi tepatnya..
Dan
dengan melalui serangkain revisi itu.. Hari berganti dengan cepatnya..
Beberapa
bulan bahkan berlalu dengan sadar atau tidak saya sadari.
Dan
cara belajar saya berbuah hasil yang kadang manis kadang pahit..
Pokoknya
naik turun seperti roller coasterL
Selain
belajar otodidak, saya juga dapat bantuan eksternal...
Tes
dari sekolah, bimbingan di luar sekolah...
Sayangnya
saya tidak bisa benar-benar memfokuskan diri saya pada beberapa sumber
belajar..
Apalagi
kalau apa yang saya tahu dan yakini dengan pasti bertentangan dengan yang
dijelaskan..
Saya
bakalan pusing untuk mencari kebenarannya :”
[Well, the way i
studied was not really good. That’s why, in this occasion i didn’t want to tell
you HOW TO STUDY WELL FOR SBMPTN]
Kenapa se-ambis itu sih?
Katanya juara kelas?
Well.
It is FK UI, terlebih sekolah saya bukanlah sebuah sekolah unggulan.. AND
EVEN.. saya berasal dari sebuah sekolah daerah..
Sebenarnya,
selain FK UI saya ingin masuk FK UNHAS.. Saya cukup kagum dengan UNHAS...
Sayangnya euphoria tentang UI di awal – awal semester benar-benar memengaruhi
saya.
Dan
setidaknya saya masih punya celah-walau sangat sangat sedikit- untuk bisa masuk
FK UNHAS melalui jalur SN. [They said-we got blacklist]. Tapi yah ituu... saya
perlu keajaiban. Daripada menunggu keajaiban tanpa usaha, bukankah lebih baiik
menunggu keajaiban dengan usaha?.. Walau awalnya saya tidak begitu berharap
pada SN.. Tapi untungnya orangtua saya selalu mengingatkan untuk tidak berkata
sembarangan... [Karena Ucapan Adalah Doa].. Untunglah –setidaknya menurut saya-
saya tidak sampai berkata sembrono..
Dan
akhirnya.. Saya Tidak Lulus SN.. pada satu-satunya pilihan saya FK UNHAS.
Oke
saya sudah siap dengan itu.. saya cukup tegar saat mengetahuinya.. Walau
akhirnya saya juga menangis.
Dan
dimulailah perjuangan saya untuk SBM..
-------Namun,
saya yang awalnya sangaat mengidolakan FK UI menjadi cukup takut. Dan inilah
salah satu alasan saya menulis.. untuk menuangkan semuanya
Saya
sudah belajar dari awal semester 5
Saya
sudah fokus saat di sekolah, intinya saya tidak menyia-nyiakan waktu saya.
Tapi
kenapa? Kenapa TO TO yang saya ikuti sangaat sulit.
Di
sini saya mulai berpikir... sembari mengingat sosmed orang –orang cerdas dari
sekolah unggulan yang saya follow.. setelah
menonton kehidupan mereka di youtube...
setelah membaca artikel mengenai sekolah-sekolah unggulan... Jujur.. saya
pengggemarnya kak Jerome Polin, Kak Ekida, Kak Zahid, Kak Aldian .. Mereka kind
and smart ‘’’’Masya Allah’’’’’
Dan
jadilah saya kesal... Bukan dengann mereka,, tapi dengan sistem yang ada
Kesenjangan
pendidikan sedang terjadi
Ketidakmerataan
dimana-mana..
Fasilitas
yang canggih di suatu daerah sedangkan fasilitas di sekolah daerah lain belum
tercukupi
Pokoknya
saya menggerutu pada diri saya sendiri..
Dan
teringatlah saya kembali..
Pada
ZONASI
Jujur
kalau boleh dibilang saya seorang korban zonasi – hehehe –
Kalau
memang zonasi diterapkan,, bukannya harus ada jaminan kalau tidak akan ada
pandang bulu pada sebuah sekolah-at least- penilaian siswa untuk masuk
perguruan tinggi tidak usah mementingakan asal sekolah mereka.
Dan
kalau sistem pengajaran tidak merata, lalu mengapa saya harus bersaing ketat
dengan mereka yang difasilitasi sarana dan prasarana yang sangat memadai hingga mereka jauh sangat
jauhhh kemampuan akademiknya dibandingkan saya...
Over
all saya kesal..kecewaa.. marah..even cry..
Namun,
saya tidak mau membahas tentang pilihan saya di sini, atau tentang UTBK yang
saya ikuti. Saya memilih - dan - untuk SBMPTN.
Sekarang saya sedang dalam rentang waktu
menunggu pengumuman. Doakan semoga saya lulus yaaa~ [AAMIIN]
Saya
hanya ingin membagikan pelajaran hidup yang saya dapat kira-kira setahun ini.
1.
Setelah
dibaca dengan saksama. Saya sombong. Iyaa sombong sekali... Kecerdasan yang
saya sebut dan elu-elukan itu... bukan milik saya. Semuanya datang dari Allah
SWT. kehebatan berupa akal itu bahkan tiada apa-apanya dihadapan-Nya. Saya
termakan pujian orang-orang di sekitar saya. Bukan mereka yang salah. Saya saja
yang belum benar-benar dewasa.
2.
Dan
tentang kekesalan saya selanjutnya, tentang kesenjangan itu. Saya yakin Allah
SWT Maha Adil. Dan saya kurang bersyukur..
Intinya..
melaui tahun yang berat ini, saya menjadi sadar bahwa saya tidak sehebat yang
saya bayangkan.. Tapi bukan berarti saya jadi membenci dan meremehkan diri saya
sendiri. Saya mulai belajar How To Love My Own Self. Dan bagaimana untuk percaya pada takdir-Nya.
Dan
yang juga penting... Belajar meredam keluh kesah.. Bagaimana kalau mencoba
memperbaiki hal yang kamu tidak sukai itu.. Iyaa it will be difficult.. Mulai
saja dari dirimu...
Mulailah
jadi pribadi yang lebih baik...😉
NB
: Dalam belajar saya punya banyak distraksi dan beberapa kali terdistraksi..
Dan untuk siapapun itu manfaatkan waktu sebaik mungkin dan hindari distraksi
versimu sebaik mungkin.. semangat berjuang dan jangan lupa menyempatkan waktu
untuk beristirahat.