Friday, May 26, 2023

Eksistensiku di Dunia

 

Overwhelmed...

Lagi dan lagi 

Pekerjaan yang menumpuk. 

Risau akan pertemanan dan hubungan sosial. 

Rasa takut karena tidak mencoba. 

Penyesalan dan derita karena beban yang nampaknya tak pernah bisa Aku emban. 

Impian yang menumpuk, namun eksekusi semakin minim. 

Catatan-catatan yang tidak terurus. 

Bacaan yang seakan-akan menguap ke langit namun tak membentuk awan. 

---> Mungkin Aku harus sedikit merubah pola pikir. Aku takut hal yang Aku lakukan menjadi sia-sia. 

Aku ingin menjadi lebih MASA BODOH dengan hal yang tak penting di dalam hidupku. 

Aku ingin mulai menyadari bahwa setiap pilihan punya konsekuensinya masing-masing. 

Seperti saat Aku memilih mengikuti kegiatan. Konsekuensinya adalah Aku akan merasa lelah dan tertekan. Baiknya adalah Aku mendapat banyak ilmu baru. Di lain sisi, apabila Aku tidak mengikuti hal tersebut... maka Aku akan terbenam dalam ketidaktahuan dan kesendirian. Di lain sisi Aku akan merasa lebih bahagia, lebih sehat dan punya waktu untuk mencoba hal lain. 


Salah satu alasannya sepertinya karena dunia semakin memudahkanku untuk melihat pencapaian orang lain. Melalui media sosial dan platform seperti youtube. 


Saat ini, tuntutanku bukan hanya dari orang-orang di sekitarku melainkan juga dari diriku sendiri. Ada rasa tak puas yang menggema di kepala ku. Kamu bisa seperti ini, kamu bisa seperti itu. 


Aku ... LELAH. 


Comparison yang tidak ada habis-habisnya itu seakan-akan bisa menerkamku kapan saja. Aku ingin untuk mulai mencoba 

Melakukan semua karena Allah SWT. 

Aku ingin merubah kembali tujuan ku. 

Menentukan mana yang menjadi prioritas dan mana yang bukan prioritas.  







Saturday, November 13, 2021

Benar-Benar Sebuah Dunia Baru (?)

Halo..

I wanna tell you about one big think that i've just learnt, found back actually.

Mengenai tujuan hidup dan hakikatnya.

Akhir-akhir ini hampir setiap waktu, saya merasa kurang. I was not proud of my own self.

It seems like i am just an extract in the main character's story. 

Saya merasa jatuh

Jauh dari Allah SWT. 

But...

These recently days,,, i found something really good

Saya buka quora and finally ended up ketemu lagi sama ceritanya kak shohalayub (lupa tulisannnya hahha-maaf kak, nnti kucoba cek ulang)

..............

Cerita kak Ayub yang Ia tuangkan dalam bentuk gambar dan tulisannya sangat membuka pandanganku. Aku terseret kembali ke masa-masa dimana Aku sangat membutuhkan tuhanku. Aku kembali kepada diriku yang sangat Aku banggakan. Kepada masa-masa terbaik dalam hidupku.

Satu hal dari postingannya yang tak bosan-bosan kudengarkan. 

Tentang hakikatku sebagai manusia.

Postingan 2 slide yang disuguhkan dengan sangat menarik itu menjawab keluh kesahku selama beberapa hari terakhir.

Tentang risau yang mulai menenggelamkanku.

Tentang rasa syukur yang mulai lepas dari genggamanku.

Yang kurangkum dalam pertanyaan-pertanyaan rumit yang membuat orang lain mungkin semakin bingung. Tetapi, lihatlah dimana kucoba mencari dan dimana Allah arahkan Aku akan jawabannya. Aku tak habis-habisnya terkagum- Masyaa Allah


Lantas apa yang kudengarkan?

Apa yang kudapatkan?

Ringkasnya atau mungkin versiku hehe (maafkan jikalau kata ringkas tak benar-benar mewakili tulisanku, kuharap kamu tak bosan membacanya)

Seorang teladan.

Yup, kamu pasti sudah tak asing lagi. Mungkin sudah kamu baca tulisanku sebelumnya bahwa Aku menaruh rasa kagum pada mereka yang tengah bersinar terang di kalangan para pemuda pemudi. Kak Jerome, Kak Maudy, Kak Ekida, banyaaak pokoknya.

Kisah mereka memacu semangaatku..

Mataku berbinar-binar tiap kali mereka membagikan kisahnya.

"Wahh Aku ingin jadi seperti mereka", benakku berkali-kali dengan antusiasme yang tak luntur-luntur

Aku terpacu untuk meraih pendidikan setinggi-tingginyaaa

Meraih kesuksesan dengan kerja keras sekuat tenagakuu

Bahkan jikalau bisa kubilang kuingin paksakan kerja kerasku hehe

Oh iyaa kita kembali ke topik utama ya..

Karena ambisiku itu, aku menjadi sangat sedih saat menyadari betapa sulitnya meraih apa yang kuimpikan.

Sangat sedih saat Aku tak paham dengan materi kuliahku.


Dan akhirnyaa...

Postingan kak Ayub menyadarkanku

Tentang apa yang sebenarnya ingin kugapai?

Apatah Aku memang ingin memberi manfaat?

Ataukah Aku hanya ingin mencapai ketenaran?


Arggghh sepertinya Aku tersadar. Aku kembali mengolah pikiranku. Jangan-jangan selama ini Aku hanya ingin mengejar eksistensi :( 

Mungkin itu alasannya kenapa Aku kesulitan belajar

Mungkin...

Karena niatku yang masih perlu diramu kembali...


Terima kasih telah membaca, jangan lupa untuk berkunjung ke instagram kak ayub

@shohalayub

Jujur Aku mendapat banyak kebahagiaan dan wawasan tanpa perlu risau  kalau-kalau kubangkitkan dopamine ku dengan jalan yang sia-sia 

hahahahha maaf Aku benar-benar terbenam di dalam kata-kata yang tengah kupelajari perkuliahanku





-Sampai Jumpa


Friday, November 5, 2021

The ancient road

 DIAM


The way my mind’s working is kind of a little weird. 

I have my own perspective. And that might be one of a reason why-I cannot have the same humor with the others- . Ketika saya menganggap suatu hal itu lucu, I don’t see any other people think the same way in lots occasion. Dan hal yang sama juga berlaku sebaliknya. Ketika hal itu terjadi-orang lain mencoba terbuka dengan candaannya kepada saya-, sepertinya terjadi peningkatan metabolism di dalam tubuh saya, hormone epinefrin saya terpacu untuk segera dilepaskan.

Arghhh.. I dislike it when I have thought that hard and it ends up with unknown respone from me.

Hal-hal seperti itu yang membuat saya cemas. Tentang, bisakah saya berbaur dengan dunia ini. Can this little girl with lots of weakness be one of a person in this world.

-

-

-

Mungkin bisa, and I believe I could. Tapi…

Ada satu hal yang bisa saya lakukan sekarang, kembali, ke, siapa, saya, pada, awalnya.

Me..

Who’s kind of quiet person

Dan salah satu story teman saya membuka jalan pikiran saya


 [Belajarlah untuk diam dan mengamati, karena tidak semua hal membutuhkan reaksi]


Thanks a lot to him

Now on, again, I, think back to the past  


1:13

Sabtu, 11/6/2021


Thursday, October 28, 2021

Rasa Lelah dan Jenuh

 Rasa Lelah dan Jenuh


Ini sudah masuk ke dalam bulan ke 3 perkuliahan. Saya berada dalam guncangan seperti naik roaller coaster- walau saya sendiri belum pernah benar -benar mencoba permainan ini. Kecerdasan dan kerja keras, keduanya lepas dari genggaman saya. 

Sejak awal perkuliahan -memang- saya sadar bahwa saya sedang dikelilingi oleh orang-orang dengan kecerdasan di atas rata-rata, i didn't get used to it-merasa terbelakang-. But i tried my best for accepting the truthness. 

I remembered this very touching words from one of my colleague, he said

'' Satu hal yang perlu kami ubah adalah cara pandang kami, bahwa tidak ada lagi siapa yang lebih cerdas dari siapa, karena we all are smart''

And my lecturer went to say this

''Yup that's really true, kalian tidak sedang bersaing, what you all need is collaboration"


I LOVE THOSE WORDS- 

itu benar-benar mengubah sudut pandang saya tentang perkuliahan. Masa-masa pendidikan yang selama ini saya tempuh-yang penuh dengan persaingan memperebutkan peringkat- finally end here.


But, kata-kata saja tentu tidak bisa mengubah saya secara permanen or let's say secara menyeluruh.

For some moment, i still thing about 

HOW TO BE SMART, AS SMART AS THEY ARE.

Till reality hits me so hard, 

There were some moment where I believe 

I am nothing here.

It got me cried

I was really afraid.

Thanks to Allah Swt.

I met lots of good friend.

And they gave me room, to improve my self, in personality and knowledge.


As the days go on, i tried to accept that-lots of people around me have their own talent.

And it's not like, they are great at it, and i won't be good at it too.

it's totally not like that. The book entitled MINDSET changed my perspective a lot.


Jadi, seseorang dengan mindset tumbuh tidak terlalu peduli dengan hasil yang mereka capai. But, they more to- seberapa keras mereka berusaha. And i tried it, dan itu berhasil mengubah cara pandang saya. Saya sekarang bisa tenang walaupun i am not the most at something around my friend. 

Saya mencoba untuk berusaha keras, so one day -hopely-totally-hopely, i will met the 'Pi' i wish to be who I am now.

Tapi tau tidak?

I made a schedule

I am happy with  it

I didn't do my schedule

I am stress abt it.

And I tried to make another schedule



circle itu membuat saya lelah, while lots of my friens sudah berjuang mati-matian smpai begadang.

Saya iri pada usaha mereka, tpi..

Saya tidak mau kebiasaan mereka menjadi dasar hidup saya,

Saya mau kembali pada tipe ideal dari pribadi saya,

sleep at 11 and wake up at 2


can i???


bismillah


satu hal lagi yang mengganggu saya, i read my doctor blog, and it says about his really fresh morning habit. I would realllly  be happy if I could do so,



AGAMA, AGAMA, AGAMA, LIFE?

Thursday, May 27, 2021

KESENJANGAN n PERJUANGAN

PIKIR

KESENJANGAN n PERJUANGAN

Saya selalu berpikir..

Saya cerdas kok!

Atau setidaknya saya sanggup kok!

Buktinya.. Saya bisa jadi juara kelas

Buktinya.. Sa.. Yaa.. bisa membuat kagum guru dengan jawaban saya atas pertanyaan mereka..

Plus saya enggak nyontek dalam rangka semua hal itu...

Dan itu yang paling membanggakan.

Intinya saya hebat kok!!

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sampai.. saat-saat ini... bulan-bulan ini...

Penghujung kelas 2 SMA..

Masa dimana saya harus berjuang untuk mendapatkan dan meraih universitas dan jurusan impian saya..

Yap.. saya cukup ambis bukan?

Akhir semester ini saya cukup percaya diri..

Toh banyak yang yakin saya bisa..

Or at least, I am the one who really confidence about my ability (?)..

Dengan kepercayaan diri yang cukup tinggi itu..

Saya menetapkan FK UI sebagai prioritas saya..

Masa-masa itu adalah zaman diimanaa saya jadi bucinnya FK UI banget

Apalagi setelah tahu UKT UI yang memadai untuk saya..

---------------------- OKE, SINGKAT CERITA SAJA ------------------------------------------

 

Pokoknya saya baca baik-baik web-web untuk buat planner SBM

Saya buat jadwal harian-mingguan-hingga-bulanan...

Beberapa kali.. Tidak... Banyak kali revisi tepatnya..

Dan dengan melalui serangkain revisi itu.. Hari berganti dengan cepatnya..

Beberapa bulan bahkan berlalu dengan sadar atau tidak saya sadari.

Dan cara belajar saya berbuah hasil yang kadang manis kadang pahit..

Pokoknya naik turun seperti roller coasterL

Selain belajar otodidak, saya juga dapat bantuan eksternal...

Tes dari sekolah, bimbingan di luar sekolah...

Sayangnya saya tidak bisa benar-benar memfokuskan diri saya pada beberapa sumber belajar..

Apalagi kalau apa yang saya tahu dan yakini dengan pasti bertentangan dengan yang dijelaskan.. 

Saya bakalan pusing untuk mencari kebenarannya :”

[Well, the way i studied was not really good. That’s why, in this occasion i didn’t want to tell you HOW TO STUDY WELL FOR SBMPTN]

 

 Kenapa se-ambis itu sih?

 Katanya juara kelas?

Well. It is FK UI, terlebih sekolah saya bukanlah sebuah sekolah unggulan.. AND EVEN.. saya berasal dari sebuah sekolah daerah..

Sebenarnya, selain FK UI saya ingin masuk FK UNHAS.. Saya cukup kagum dengan UNHAS... Sayangnya euphoria tentang UI di awal – awal semester benar-benar memengaruhi saya.

Dan setidaknya saya masih punya celah-walau sangat sangat sedikit- untuk bisa masuk FK UNHAS melalui jalur SN. [They said-we got blacklist]. Tapi yah ituu... saya perlu keajaiban. Daripada menunggu keajaiban tanpa usaha, bukankah lebih baiik menunggu keajaiban dengan usaha?.. Walau awalnya saya tidak begitu berharap pada SN.. Tapi untungnya orangtua saya selalu mengingatkan untuk tidak berkata sembarangan... [Karena Ucapan Adalah Doa].. Untunglah –setidaknya menurut saya- saya tidak sampai berkata sembrono..

Dan akhirnya.. Saya Tidak Lulus SN.. pada satu-satunya pilihan saya FK UNHAS.

Oke saya sudah siap dengan itu.. saya cukup tegar saat mengetahuinya.. Walau akhirnya saya juga menangis.

Dan dimulailah perjuangan saya untuk SBM..

-------Namun, saya yang awalnya sangaat mengidolakan FK UI menjadi cukup takut. Dan inilah salah satu alasan saya menulis.. untuk menuangkan semuanya

Saya sudah belajar dari awal semester 5

Saya sudah fokus saat di sekolah, intinya saya tidak menyia-nyiakan waktu saya.

Tapi kenapa? Kenapa TO TO yang saya ikuti sangaat sulit.

Di sini saya mulai berpikir... sembari mengingat sosmed orang –orang cerdas dari sekolah unggulan yang saya follow.. setelah menonton kehidupan mereka di youtube... setelah membaca artikel mengenai sekolah-sekolah unggulan... Jujur.. saya pengggemarnya kak Jerome Polin, Kak Ekida, Kak Zahid, Kak Aldian .. Mereka kind and smart ‘’’’Masya Allah’’’’’

Dan jadilah saya kesal... Bukan dengann mereka,, tapi dengan sistem yang ada

Kesenjangan pendidikan sedang terjadi

Ketidakmerataan dimana-mana..

Fasilitas yang canggih di suatu daerah sedangkan fasilitas di sekolah daerah lain belum tercukupi

Pokoknya saya menggerutu pada diri saya sendiri..

Dan teringatlah saya kembali..

Pada ZONASI

Jujur kalau boleh dibilang saya seorang korban zonasi – hehehe –

Kalau memang zonasi diterapkan,, bukannya harus ada jaminan kalau tidak akan ada pandang bulu pada sebuah sekolah-at least- penilaian siswa untuk masuk perguruan tinggi tidak usah mementingakan asal sekolah mereka.

Dan kalau sistem pengajaran tidak merata, lalu mengapa saya harus bersaing ketat dengan mereka yang difasilitasi sarana dan prasarana  yang sangat memadai hingga mereka jauh sangat jauhhh kemampuan akademiknya dibandingkan saya...

Over all saya kesal..kecewaa.. marah..even cry..

Namun, saya tidak mau membahas tentang pilihan saya di sini, atau tentang UTBK yang saya ikuti. Saya memilih - dan - untuk SBMPTN. Sekarang saya sedang dalam  rentang waktu menunggu pengumuman. Doakan semoga saya lulus yaaa~ [AAMIIN]

Saya hanya ingin membagikan pelajaran hidup yang saya dapat kira-kira setahun ini.

1.    Setelah dibaca dengan saksama. Saya sombong. Iyaa sombong sekali... Kecerdasan yang saya sebut dan elu-elukan itu... bukan milik saya. Semuanya datang dari Allah SWT. kehebatan berupa akal itu bahkan tiada apa-apanya dihadapan-Nya. Saya termakan pujian orang-orang di sekitar saya. Bukan mereka yang salah. Saya saja yang belum benar-benar dewasa.

2.    Dan tentang kekesalan saya selanjutnya, tentang kesenjangan itu. Saya yakin Allah SWT Maha Adil. Dan saya kurang bersyukur..

Intinya.. melaui tahun yang berat ini, saya menjadi sadar bahwa saya tidak sehebat yang saya bayangkan.. Tapi bukan berarti saya jadi membenci dan meremehkan diri saya sendiri. Saya mulai belajar How To Love My Own Self.  Dan bagaimana untuk percaya pada takdir-Nya.

Dan yang juga penting... Belajar meredam keluh kesah.. Bagaimana kalau mencoba memperbaiki hal yang kamu tidak sukai itu.. Iyaa it will be difficult.. Mulai saja dari dirimu...

Mulailah jadi pribadi yang lebih baik...😉

 

NB : Dalam belajar saya punya banyak distraksi dan beberapa kali terdistraksi.. Dan untuk siapapun itu manfaatkan waktu sebaik mungkin dan hindari distraksi versimu sebaik mungkin.. semangat berjuang dan jangan lupa menyempatkan waktu untuk beristirahat.